Setelah kamu hadir dikehidupanku. Ponselku selalu aktif untuk menunggu kabarmu. Untuk sekedar tau kamu sedang apa? sudahkah kamu makan? dan bagaimana kabar hubunganmu dengan dia?
Pertanyaan itu selalu berulang. Tentang kamu dan dirinya yang belum terucap kata pisah. Aku tidak mengapa. Bukan karena aku kuat dan rela, tetapi aku sudah terlanjur jatuh cinta.
Maafkan aku tentang rasa ini. Ia tak pernah mengerti luka. Bahkan ia tidak bisa menulis jera. Apalagi peka tentang kau yang sudah bersama dia. Yang rasa ini tau, ketika ia jatuh cinta, ia akan terus berusaha.
Suatu malam kamu bercerita tentangnya, bahwa dia selalu mengacuhkanmu demi dunianya. Aku menasehatimu untuk terus bersabar. Aku sadar aku hanya menjadi tempat bersandarmu ketika kamu bersedih. Tapi setidaknya aku dibutuhkanmu bukan?
Tidak lupa namamu selalu kusebut dalam doa, jadi tersenyumlah. karna aku meminta agar kau bahagia, aku dan kamu adalah kita yang belum ditakdirkan untuk bersama.
