Perekat yang menyelamatkan

6/19/2018

Malam hari adalah waktu yang tepat untuk mendambamu melalui foto yang kuambil dari sosial media. Karna aku hanyalah lelaki biasa yang sadar betul kamu sedang ingin sendiri. Kamu hanya ingin ditemani bukan aku miliki.

Aku terjebak dalam penantian, berharap kamu dan aku bersama menjadi kenyataan, belasan kali aku menyatakan namun jawabanmu selalu sama "Tidak kita cukup berteman".

Aku mempunyai hati yang keras kepala, iya selalu mengalahkan pikiran yang selalu berkata "apakah aku bisa bertahan? Atau aku jadikan kenangan saja?". Kuikuti apa kata pikiran, lari dan pergi, yang terjadi hati selalu menuntun untuk kembali.

Aku lawan kata hati dan menggunakan logika untuk menjauhimu dengan hati-hati, 3 hari aku tidak berkomunikasi, aku masih ingat rasanya, membosankan karna tidak ada suaramu, dan penasaran karna tidak tau kamu sedang apa?

Disaat aku sedang menjauhimu kau malah memintaku mendekatimu. Dan disaat itu lah ketika hatiku pecah berkeping oleh penolakanmu pelukmu perekat yang menyelamatkan.