Sama

Sama

11/30/2019
Dengan kejadian yang nyaris sama, aku lagi-lagi dipatahkan hatinya
Mungkin memang dia yang mengenalmu lebih dulu
Aku hanya bagaikan benalu didalam hubunganmu.
Aku yang salah, sengaja menancapkan beling
Hingga aku tidak bisa untuk berpaling dan menjadi asing

Diam memikirkanmu yang sedang bersamanya. 
Sunyi.
Hanya suara detik jam dan suara-suara nyamuk yang sedang bertengkar. Ah sial kau hebat bisa membuat hidupku yang penuh bunyi jadi terasa sunyi.
Jarak

Jarak

7/20/2019

Kita telah terbiasa dekat tanpa ada jarak. Sekarang kita menjadi berjarak. Kita dipaksa melalukan segala perkara seorang diri dan mulai beradaptasi dengan kesendirian.

Keadaan telah berubah karna jarak. Kau menjadi mudah marah. Kesibukan-kesibukan yang kujalani selalu menjadi alasan setiap kecurigaan. Aku khawatir kalau nanti kau menjadikannya sebagai pendorong untuk kita berpisah.

Tidak satu haripun terlewat tanpa adanya percakapan bahwa kita berdua saling merindu. Sungguh aku membenci jarak. Aku ingin memelukmu lagi. Menikmati hangatnya dekapanmu dan mengecup keningmu sebelum aku meninggalkanmu untuk kembali pulang.

Sifat seseorang bisa berubah karna jarak. Yang dulunya penyabar, menjadi mudah marah hanya karna hal-hal kecil. Karna jarak mulutmu mudah sekali untuk berkata "Seandainya kamu memutuskan hubungan ini aku tidak keberatan."

Di hari itupun aku mulai berubah. Ketika kau emosi aku pun ikut emosi, dan tidak lama kalimat perpisahan pun akhirnya keluar dari mulutku. Aku merasa kau sudah tak lagi cinta. Semengerikan itu hadirnya sebuah jarak. Karnanya kita berdua berubah, dan karnanya juga akhirnya kita berpisah.

Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan

7/15/2019

Setelah perpisahan kita, senyummu masih jelas diingatan seakan menahanku untuk mengikhlaskan. Aku harap sang waktu menyembukan luka yang kau ciptakan, namun waktu menjadi terasa sangat lambat ketika kita sedang terluka.

Aku menikmati semua luka, dengan gambaran wajahmu di galeri ponselku, aku menghapusnya dengan sangat terpaksa. Aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi dan saat aku terbangun kau masih mengucap "Selamat pagi" lewat pesan.

Percayalah mengikhlaskanmu tidak semudah saat jatuh cinta

Mengenang

Mengenang

3/25/2019

Pernah kita berjalan beriringan dibawah derasnya air hujan, ditemani satu payung yang melindungi kita dari banyaknya rintik air yang berjatuhan.

Aku masih mengingatnya, ketika kau tertawa mendegar candaanku, kemudian kau melangkah dengan perlahan untuk melompati setiap genangan yang katamu itu menjijikan.

Lalu kau berlari dengan payung ditangan kananmu, meninggalkan aku dibelakang hingga aku kebasahan dan kau tertawa tanpa beban, ah betapa ingin aku kembali kemasa itu.

Masa dimana aku sangat ingin melihatmu tertawa, masa dimana aku membuatmu cemberut karna aku telat sampai rumahmu, kemudian aku menyuapmu dengan cemilan agar kau memaafkanku.

Kini semua peran itu telah ada yang mengganti, senyummu bukan untukku lagi, bahagiamu bukan karnaku lagi, sekarang semua itu milik si pengganti,  tak apa setidaknya aku sempat memilikimu, walaupun kau hanya pura-pura mencintaiku.

Lelah bersembunyi

Lelah bersembunyi

2/09/2019

Cintaku bukan lah ilusi
Nyata namun tak bisa aku miliki
Aku benci dengan rasa malu ini
Karnanya aku selalu bersembunyi

Yang aku takutkan
Ketika aku menyatakan
Bukannya melabuhkan
Tetapi kau malah pergi meninggalkan

Aku terjengkit dan sakit
Bersembunyi diantara kabut
Membisu hingga berlumut
Memang aku ini lelaki pengecut

Ini adalah tahun yang baru
Aku harus membuka lembaran baru
Aku tak ingin terus terbelenggu
Tenggelam dalam rasa malu

Kini tiba saatnya menyatakan
Agar rasa menjadi ringan
Dan tidak menjadi beban
Jadi tolong doakan

Sembunyi

1/05/2019


Waktu itu hampir terlelap
Tenggelam dalam tatap
Hingga aku tersadar
Bahwa dihatimu sudah ada yang menetap

Bagaikan kabut pekat
Rasa ini membuat sesak
Menyembunyikan rasa dalam risau
Agar tidak terlihat, lalu pertemanan kita berubah kacau

Kau adalah penyemangat
Kau adalah penyelamat
Kau adalah seseorang yang bisa membuatku terpikat dalam sekali tatap

Kamu begitu sulit untuk diraih
Entah sampai kapan aku terus sembunyi
Semoga berakhir sesuai harapan
Hingga saatnya kau berkata "ketahuan!!!"