Pernah kita berjalan beriringan dibawah derasnya air hujan, ditemani satu payung yang melindungi kita dari banyaknya rintik air yang berjatuhan.
Aku masih mengingatnya, ketika kau tertawa mendegar candaanku, kemudian kau melangkah dengan perlahan untuk melompati setiap genangan yang katamu itu menjijikan.
Lalu kau berlari dengan payung ditangan kananmu, meninggalkan aku dibelakang hingga aku kebasahan dan kau tertawa tanpa beban, ah betapa ingin aku kembali kemasa itu.
Masa dimana aku sangat ingin melihatmu tertawa, masa dimana aku membuatmu cemberut karna aku telat sampai rumahmu, kemudian aku menyuapmu dengan cemilan agar kau memaafkanku.
Kini semua peran itu telah ada yang mengganti, senyummu bukan untukku lagi, bahagiamu bukan karnaku lagi, sekarang semua itu milik si pengganti, tak apa setidaknya aku sempat memilikimu, walaupun kau hanya pura-pura mencintaiku.
