Sebuah permintaan maaf

Sebuah permintaan maaf

2/22/2020
Maafkan aku tidak bisa menemanimu disaat sepi lagi
Maafkan aku yang sudah mengingkari janji 
Maafkan aku karena membatalkan pertemuan kita seorang diri
Maafkan aku tidak bisa membuatmu tertawa lagi
Maafkan aku tidak bisa menjadi teman berbicaramu lagi
Maafkan aku tidak bisa membantu mu mengerjakan rumus fungsi
Maafkan aku kini kamu tidak bisa mencium wangi parfumku lagi
Maafkan aku tidak bisa menggenggam tanganmu disaat kamu sedang merasa dingin hati
Maafkan aku tidak bisa berbincang via suara lagi
Maafkan aku jika kamu merasa sepi aku tidak ada lagi
Maafkan aku yang masih belum bisa menghapus kenangan kita digaleri
Maafkan aku yang mengharapkan mu terlalu tinggi
Maafkan aku yang keras kepala untuk mencintai
Maafkan aku tidak mempunyai opsi lain selain pergi
Dan terakhir maafkan aku karena aku memutuskan untuk pergi sekarang aku akan pura-pura tuli
Aku pergi bukan untuk menyerah melainkan karna aku tahu diri
Berusaha untuk terbiasa

Berusaha untuk terbiasa

2/21/2020
Ada perasaan bersalah muncul seketika, lalu aku menanyakanmu perihal rasa, sudah cukup kita menyimpan rahasia, aku pun lelah dengan semua kebohongan yang telah kita cipta.

Aku memintamu untuk memilih, dan kau dengan lantang memilihnya, bohong jika aku tidak kecewa. Aku juga bilang pada kekasihmu bahwa aku menyukaimu, dia bilang dia sudah tau.

Kita ini dekat tapi tak bisa terikat. Kita hanya dua hati yang awalnya berbunga-bunga kemudian layu begitu saja. Aku terlalu berharap kepadamu hingga hatiku lebam membiru ketika harus menerima kenyataan untuk merelakanmu.

Kamu berhasil menjatuhkan ku hingga dalam, hingga aku berteriak pun tak ada yang menghiraukan. Berkali-kali kamu meminta maaf, dengan hati penuh kecewa aku memaafkanmu dan menyalahkan diri sendiri, mengapa aku bisa sebodoh ini? Mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih, berharap kalian berpisah kemudian setelahnya aku dan kamu bahagia.

Sekarang aku akan berusaha terbiasa tanpamu, memang sangat sulit. Tapi, jika tidak aku biasakan hingga kapan aku sembuh dari luka yang aku buat sendiri.

Tidak perlu meminta maaf lagi, aku sudah memaafkanmu. Dan tolong jangan muncul lagi, karna aku sedang berusaha mengikhlaskan mu, aku takut jika kau muncul lagi aku akan gagal lagi. Walau hati ini ragu-ragu, aku akan paksakan hingga aku benar-benar terbiasa tanpamu.

Sekarang, bahagikanlah kekasihmu. Ceritakan tentang harimu yang kadang menyenangkan juga melelahkan itu. Lalu mintalah bantuan ketika tugas matematikamu sulit untuk diisi. Jangan lupa ingatkan dia untuk bangun pagi, lalu bertanya, "Sarapan apa kamu pagi ini?"
Kenapa malah aku?

Kenapa malah aku?

2/18/2020
Kita adalah sepasang manusia yang sama-sama mencintai tapi tidak bisa bersatu. Kadang kau mematahkan harapanku, kadang juga kau menumbuhkan harapanku. Kau pernah bilang kalau kau mencintaiku. Dan kau juga pernah bilang kalau kau mencintainya juga.

Kamu egois sekali mencintai dua orang sekaligus. Kau menyimpan rahasia darinya dan aku menikmati luka saat kau sedang bersamanya. Sudah berkali-kali aku berusaha mundur, tetapi hati selalu menuntunku untuk kembali.

Aku bingung, definisi pacaran menurutmu itu seperti apa? Kenapa malah aku yang selalu menenangkanmu saat kamu sedih?  Kenapa malah aku yang selalu jadi tempatmu bercerita tentang bagaimana harimu? Kenapa malah aku yang jadi tempat mu bersandar ketika kamu menangis? Dan kenapa malah aku yang dimintai untuk membangunkanmu pagi-pagi buta?, anehnya aku malah mau-mau saja.

Jadi, apa kamu benar-benar sayang dengan kekasihmu? Ketika kamu selalu bertukar pesan denganku sampai larut malam, berbincang via suara sampai lupa waktu, kadang kita juga sama-sama bilang sayang. Jika kamu menyayangi kekasihmu pasti kau tidak akan melakukan semua itu.

Sebenarnya siapa yang lebih nyaman? Aku atau kekasihmu? Kamu harus bisa jujur dengan hatimu sendiri, kamu harus bisa merelakan seseorang. Bukan mencintai atas dasar kasian, tapi kenyamanan.

Dan bodohnya diriku. Sesakit apapun aku dibuatmu, aku masih saja sabar untuk menunggu.