Kita adalah sepasang manusia yang sama-sama mencintai tapi tidak bisa bersatu. Kadang kau mematahkan harapanku, kadang juga kau menumbuhkan harapanku. Kau pernah bilang kalau kau mencintaiku. Dan kau juga pernah bilang kalau kau mencintainya juga.
Kamu egois sekali mencintai dua orang sekaligus. Kau menyimpan rahasia darinya dan aku menikmati luka saat kau sedang bersamanya. Sudah berkali-kali aku berusaha mundur, tetapi hati selalu menuntunku untuk kembali.
Aku bingung, definisi pacaran menurutmu itu seperti apa? Kenapa malah aku yang selalu menenangkanmu saat kamu sedih? Kenapa malah aku yang selalu jadi tempatmu bercerita tentang bagaimana harimu? Kenapa malah aku yang jadi tempat mu bersandar ketika kamu menangis? Dan kenapa malah aku yang dimintai untuk membangunkanmu pagi-pagi buta?, anehnya aku malah mau-mau saja.
Jadi, apa kamu benar-benar sayang dengan kekasihmu? Ketika kamu selalu bertukar pesan denganku sampai larut malam, berbincang via suara sampai lupa waktu, kadang kita juga sama-sama bilang sayang. Jika kamu menyayangi kekasihmu pasti kau tidak akan melakukan semua itu.
Sebenarnya siapa yang lebih nyaman? Aku atau kekasihmu? Kamu harus bisa jujur dengan hatimu sendiri, kamu harus bisa merelakan seseorang. Bukan mencintai atas dasar kasian, tapi kenyamanan.
Dan bodohnya diriku. Sesakit apapun aku dibuatmu, aku masih saja sabar untuk menunggu.
