Ada perasaan bersalah muncul seketika, lalu aku menanyakanmu perihal rasa, sudah cukup kita menyimpan rahasia, aku pun lelah dengan semua kebohongan yang telah kita cipta.
Aku memintamu untuk memilih, dan kau dengan lantang memilihnya, bohong jika aku tidak kecewa. Aku juga bilang pada kekasihmu bahwa aku menyukaimu, dia bilang dia sudah tau.
Kita ini dekat tapi tak bisa terikat. Kita hanya dua hati yang awalnya berbunga-bunga kemudian layu begitu saja. Aku terlalu berharap kepadamu hingga hatiku lebam membiru ketika harus menerima kenyataan untuk merelakanmu.
Kamu berhasil menjatuhkan ku hingga dalam, hingga aku berteriak pun tak ada yang menghiraukan. Berkali-kali kamu meminta maaf, dengan hati penuh kecewa aku memaafkanmu dan menyalahkan diri sendiri, mengapa aku bisa sebodoh ini? Mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih, berharap kalian berpisah kemudian setelahnya aku dan kamu bahagia.
Sekarang aku akan berusaha terbiasa tanpamu, memang sangat sulit. Tapi, jika tidak aku biasakan hingga kapan aku sembuh dari luka yang aku buat sendiri.
Tidak perlu meminta maaf lagi, aku sudah memaafkanmu. Dan tolong jangan muncul lagi, karna aku sedang berusaha mengikhlaskan mu, aku takut jika kau muncul lagi aku akan gagal lagi. Walau hati ini ragu-ragu, aku akan paksakan hingga aku benar-benar terbiasa tanpamu.
Sekarang, bahagikanlah kekasihmu. Ceritakan tentang harimu yang kadang menyenangkan juga melelahkan itu. Lalu mintalah bantuan ketika tugas matematikamu sulit untuk diisi. Jangan lupa ingatkan dia untuk bangun pagi, lalu bertanya, "Sarapan apa kamu pagi ini?"
