Masih perihal masa lalu, adalah dia yang masih belum bisa aku ikhlaskan. Aku selalu bertanya, dan aku selalu mencari jawaban tentang aku yang belum bisa mengikhlaskan. Aku percaya dia akan baik-baik saja. Aku menjaga jarak dengan hati-hati namun masih dengan hati.
Seperti hidup dalam bayangan, melangkah namun tak bertujuan. Tanpa dia jiwaku bimbang tak berarah. Usahaku untuk menjadikan dia sebuah tujuan telah terhenti, terimakasih harapan kau hanya berwujud kenangan.
Sampai aku menemukan jawaban yang selama ini aku cari. Sebuah pertemuan dengan kamu wanita berbibir pucat, lalu apa kabar perasaan dengan manusia berinisial dia itu? Percayalah dia Sudah tidak adalagi dihatiku setelah ada kamu yang baru.
Ketika aku sedang terpuruk, kamu seolah berkata " Kejutan!, cintailah aku dari pada dia", memang benar, kini aku mencinta kamu dan dia sudah entah kemana.
